Marinews99 - Pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul di real count KPU. Bila hasil tersebut tidak ada perubahan hingga penetapan resmi, maka Jakarta akan memiliki Gubernur-Wagub baru pada Oktober 2017 nanti. Namun, belum juga mereka masuk ke Balai Kota, masyarakat sudah penasaran dengan beberapa program yang akan dijalankan oleh Anies-Sandiaga selama lima tahun ke depan. Tak hanya itu, tak sedikit warga yang sudah mulai mengingatkan dan menagih janji mereka semasa kampanye. Program rumah DP nol rupiah serta penutupan tempat hiburan Alexis menjadi yang paling ditunggu oleh publik. Selain itu, stadion sekelas Old Trafford milik tim Inggris Manchester United (MU) untuk tim Persija Jakarta juga sudah mulai ditagih oleh para Jakmania. 1. Penutupan Hotel Alexis Pada saat debat di putaran pertama, Anies Baswedan menyindir Ahok dan menyinggung Alexis. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mempertanyakan janji ketegasan Ahok soal pemberantasan prostitusi, termasuk di Alexis. "Untuk urusan penggusuran tegas, tapi untuk urusan prostitusi, Alexis, lemah!" ujar Anies di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1). Usai menang di quick count, Anies-Sandiga langsung ditagih janji mereka untuk menutup Alexis. Anies berkomitmen menindak tempat prostitusi yang ada di Ibu Kota. Berpegang kepada peraturan daerah (perda), Anies berjanji akan menutup tempat-tempat yang melanggar peraturan. "Ya, komitmen kita melaksanakan Perda. Jadi semua pelanggaran akan kita tindak dan Perda itulah yang akan menjadi pegangan," ujar Anies saat ditanyai soal komitmen menutup Hotel Alexis. Hal itu disampaikan di DPP Partai Perindo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/4). "Pokoknya semua pelanggaran. Jadi bukan hanya satu. Kesannya cuma satu (Alexis). Nggaklah, semua yang melanggar. Jadi kesannya kita mau menarget satu tempat (Alexis). Nggak, semua pelanggaran," kata Anies. Sementara Sandiaga mengatakan akan menunaikan semua janji yang pernah diucapkan. Namun, penutupan Alexis baru akan dilakukan setelah dia masuk sebagai wagub. "(Penutupan Alexis) Itu pasti akan harus dilakukan. Kita nggak bisa melakukan apa-apa, sekarang kita belum punya perangkat. Biar kami sesuatu yang sudah terucap akan diukur dengan aksi nyata. Tapi enam bulan ke depan kita fokus rekonsiliasi dulu," kata Sandiga di Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017).
Marinews99 - Tim pemenangan telah ikhlas menerima hasil kekalahan setelah sejumlah lembaga survei menunjukkan hasil hitung cepat mereka. Menghadapi hasil ini, sekretaris tim pemenangan Basuki-Djarot, Tubagus Ace Hasan Syadzily mengaku telah menerima kekalahannya. “Sudahlah satu pilkada ini kita terima sebagai satu fakta politik yang mesti dijunjung tinggi. Nah, soal pelanggaran-pelanggaran yang sedang dikaji oleh tim, biar tersebut menjadi suatu proses pendidikan politik bahwa Pilkada memang harus diselenggarakan secara bersih dan damai. Saya kira tersebut,” kata Tubagus ketika ditemui sesudah konferensi pers tim pemenangan Ahok-Djarot di Hotel Pullman, Thamrin, Jakarta pada Rabu (19/4/2017). Pidato pengakuan kekalahan oleh Ahok-Djarot diakui Ace adalah persetujuan dari petinggi-petinggi partai, termasuk ketua partai pendukung. Meskipun begitu, tak satu pun dari ketua partai PDIP, PPP, Golkar, Nasdem, Hanura, ataupun PKB yang datang pada pidato tersebut. Anggota tim pemenangan Ahok, Putu Artha juga mengamini apa yang diujarkan oleh Ace. Menurut Putu, kemenangan Anies-Sandi memang telah terlampau jauh. Secara realistis, perbedaan bunyi sangat signifikan dan walau boleh jadi dikatakan kualitas Pilkada tak mencapai kata baik, tapi tidak mungkin pihak tim pemenangan Ahok-Djarot mengajukan banding untuk pemungutan bunyi ulang. “Tetapi rakyat Jakarta sudah memberikan pilihannya kali ini, ya kita mesti legowo,” ujar Putu. Selamat atas kemenangan Anies-Sandiaga dalam konferensi pers pada Rabu sore telah disatakan oleh sebelumnya pasangan Ahok-Djarot. Lantaran itu saya menyampaikan selamat kepada beliau, berdasarkan hasil penghitungan quick count pasangan Pak Anies dan Pak Sandi unggul, oleh Selama kampanye dan Pilkada, harapkan ke depan kami ingin seluruh lupakan masalah
Marinews99 - Hasil quick count pilkada DKI jakarta saat ini di ungguli oleh anies-sandi dengan Ahok-Djarot 42,2% dan Anies-Dandi dengan 58,8%.Total data yang masuk masih 7% dan masih menunggu sisa data yang masih belum diterima. Berikut total suara yang dikumpulkan: -Dari jakarta timur : 57,83% -jakarta pusat : 66,15% -Jakarta selatan 62,52% -Jakarta barat : 60,74% -Jakarta utara 51,81% Total suara akan terus dihitung sampai seluruh hak suara sudah dikirim.Untuk sementara anies-sandi unggul dalam quick count pilkada dki jakarta
Marinews99 - Penampilan Jokowi dan Iriana menjadi salah satu yang dinanti saat ajang Pilkada DKI Jakarta 2017. Jokowi terlihat mengenakan kemeja putih yang dikenal sebagai gaya khas orang nomor 1 di Indonesia ini. Mendampingin Jokowi, Iriana terlihat segar dengan blouse warna fuschia. Berbeda dengan sang suami, atasan berwarna cerah digunakan oleh iriana Jokowi memilih. Atasan fuschia ini mempunyai cutting menyerupai blazer yang dilengkapi dengan kancing berwarna senada. Sentuhan glamor diberikan blouse ini menggunakan material kain embos yang. Blouse lengan tidak pendek ini dipadukan Iriana dengan rok batik bernuansa cokelat. Penampilan Iriana Jokowi semakin segar dengan rambut yang dibiarkan tergerai. Rambutnya pun cukup ditata natural dengan sentuhan curly di bagian bawah. Untuk makeup, ibu 3 orang anak ini menggunakan polesan makeup natural. Makeup ini disempurnakan dengan ulasan lipstik fuschia senada dengan blouse-nya. Untuk menyempurnakan penampilannya, aksesori berupa anting emas berbentuk bulat digunakan iriana Jokowi. Hak suaranya diberikan oleh pasangan presiden dan ibu negara ini dengan sumringah dan penampilan yang lebih tidak jernih. Kemeja batik digunakan oleh kali ini dia tampil simpel dengan kemeja putih Andalannya jika sebelumnya pada putaran pertama Jokowi memilih Begitu juga dengan Iriana Jokowi yang memilih warna segar seperti fuschia pada Pilkada DKI putaran kedua.
Marinews99 - Sejumlah terpidana melakukan pencoblosan untuk memilih calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta, di tempat pemungutan suara 95, Lembaga Pemasyarakatan Pondok Bambu, Jakarta Timur, hari ini. "Termasuk Ibu Angie dan Jessica pagi-pagi tadi sudah nyoblos di sini. Sekitar jam 08.30-anlah," kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Jakarta Ika Yusanti di Lapas Pondok Bambu. Angie adalah terpidana kasus korupsi wisma atlet, Angelina Sondakh. Sedangkan Jessica Kumala Wongso merupakan terpidana kasus pembunuhan berencana terhadap Wayan Mirna Salihin. Jumlah penghuni Lapas Pondok Bambu sebanyak 700-an orang. Tapi yang terdaftar secara sah sebagai pemilih di TPS 95 sebanyak 260 orang. Terpidana mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang merupakan penduduk Jakarta sebelumnya tidak terdaftar di daftar pemilih tetap. Namun, kata Ika, Siti tetap diberi kesempatan untuk menggunakan hak pilih setelah pukul 12.00 WIB dengan menunjukkan bukti identitas yang membuktikan dia warga Jakarta. Ika mengungkapkan angka partisipasi warga binaan di pilkada putaran kedua meningkat jika dibandingkan putaran pertama. "Pada putaran pertama ada 157 warga binaan yang menggunakan hak suaranya sementara saat ini ada 260 orang. Selain karena peningkatan sosialisasi, warga binaan juga sudah banyak yang lebih menyadari hak pilihnya," ujarnya.